JAKARTA – Temuan fosil tengkorak di Israel mengungkap fakta baru terkait sejarah evolusi manusia. Para ilmuwan menemukan bukti adanya perkawinan campur antara Homo sapiens dan Neanderthal yang terjadi jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Berdasarkan hasil penelitian terbaru, persilangan antarspesies manusia tersebut diperkirakan sudah berlangsung lebih dari 100.000 tahun lebih awal dibandingkan teori yang selama ini diyakini dalam dunia ilmiah.
Fosil yang dianalisis merupakan tengkorak anak berusia sekitar lima tahun. Tengkorak tersebut ditemukan di wilayah Israel dan menunjukkan ciri anatomi campuran antara Homo sapiens dan Neanderthal.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Tel Aviv, Israel, bekerja sama dengan National Centre for Scientific Research (CNRS) asal Prancis. Hasil analisis diumumkan dan dinilai sebagai terobosan penting dalam studi paleoantropologi.
Para peneliti menyebut temuan ini memperkuat bukti bahwa interaksi biologis antara manusia modern dan Neanderthal telah terjadi pada fase awal migrasi Homo sapiens keluar dari Afrika.
Israel dan kawasan Timur Tengah pun kembali ditegaskan sebagai wilayah kunci dalam sejarah evolusi manusia, menjadi titik pertemuan berbagai spesies manusia purba ribuan tahun silam.
